5 KESALAHAN INI BIKIN IBADAH UMRAH KAMU MENJADI GAK MAKSIMAL LOH !

5 KESALAHAN INI BIKIN IBADAH UMRAH KAMU MENJADI GAK MAKSIMAL LOH !

Umrah adalah perjalanan suci yang dinanti banyak umat Muslim. Bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga perjalanan hati dan ruhani. Sayangnya, tidak sedikit jamaah yang sudah sampai di Tanah Suci, namun pulang tanpa merasakan kemaksimalan ibadah karena beberapa kesalahan yang sering dianggap sepele.

Dilansir dari Himpuh, Otoritas agama Arab Saudi sendiri sudah mengingatkan para jemaah untuk benar-benar fokus beribadah dan menghindari gangguan, terutama dari ponsel. Ketua Urusan Agama Dua Masjid Suci, Syekh Abdurrahman Al-Sudais, menganjurkan agar jemaah tidak terlalu sibuk mengambil gambar saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Berikut 5 kesalahan umum yang sering terjadi dan perlu dihindari agar ibadah umrah lebih bermakna dan maksimal.


1. Niat yang Kurang Diluruskan Sejak Awal

Kesalahan paling mendasar sering terjadi bahkan sebelum berangkat.

Sebagian jamaah berangkat umrah karena:

  • ikut tren,

  • ajakan teman,

  • ingin disebut “sudah umrah”,

  • atau sekadar jalan-jalan religi.

Padahal, niat adalah ruh dari ibadah. Jika niat tidak diluruskan karena Allah, maka lelah fisik yang besar bisa berbuah pahala yang kecil.


2. Terlalu Sibuk Dokumentasi, Lupa Menghadirkan Hati

Tidak sedikit jamaah yang:

  • sibuk mengambil foto dan video,

  • mengejar konten media sosial,

  • fokus pada angle terbaik, bukan kekhusyukan terbaik.

Mengabadikan momen memang boleh, tapi jika berlebihan, hati bisa kehilangan kehadiran di hadapan Allah.


3. Kurang Mempersiapkan Ilmu Manasik

Banyak jamaah berangkat dengan semangat besar, tapi minim pemahaman manasik:

  • belum paham rukun dan wajib umrah,

  • bingung bacaan doa,

  • tidak tahu adab di Masjidil Haram dan Nabawi.

Akibatnya, ibadah dilakukan sekadar “mengikuti rombongan” tanpa penghayatan.


4. Terlalu Fokus Belanja dan Aktivitas Duniawi

Tidak salah membeli oleh-oleh. Namun kesalahan terjadi saat:

  • waktu ibadah tersita untuk belanja,

  • lebih hafal harga kurma daripada makna doa,

  • tenaga habis di pasar, bukan di masjid.


5. Kurang Menjaga Akhlak dan Kesabaran

Tanah Suci adalah tempat ujian akhlak:

  • antrean panjang,

  • dorong-dorongan,

  • perbedaan karakter jamaah dari berbagai negara.

Tidak sedikit yang mudah marah, mengeluh, atau menyalahkan keadaan.

Arab Saudi sendiri sudah menekankan bahwa kehadiran di Dua Masjid Suci seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk ibadah. Jemaah dianjurkan memperbanyak salat wajib dan sunnah, tawaf di Ka’bah, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta menghadiri majelis ilmu. Bahkan untuk para Muslimah, diingatkan agar selalu menjaga kesopanan, menutup aurat dengan baik, karena itu termasuk bentuk penghormatan terhadap kesucian tempat tersebut.

Pesan ini sebenarnya sederhana, sahabat. Umroh bukan soal seberapa banyak foto yang dibawa pulang, tapi seberapa dalam perubahan hati setelah kembali ke tanah air. Kalau selama di sana hati tenang, lisan terjaga, dan ibadah dilakukan dengan ikhlas, insyaAllah umroh akan benar-benar terasa manfaatnya.

 

Kalau sahabat ingin umroh yang bukan hanya berangkat, tapi benar-benar pulang dengan hati yang lebih dekat kepada Allah, yuk rencanakan perjalanan bersama Purnama Hafizh Tour dari sekarang. Saatnya wujudkan umroh yang penuh makna, bukan sekadar perjalanan biasa.